Wednesday, June 24, 2015

Sakura Matcha Sago Mochi with Kinako




Matcha aka Green Tea. Saya suka, ntah mulai kapan saya suka matcha, yang jelas sesuatu yang berbau matcha, saya suka. Mulai dari matcha latte, kit kat matcha, matcha cake, matcha cookies, sampai ice cream matcha. Makanya, di dapur saya selalu ada stock matcha. Ntah matcha for cooking atau matcha sekedar untuk drink. Saya pun senang berkreasi dengan matcha, mulai dari Bakpia Matcha Almond, Matcha Chiffon Cake, Japanese Matcha Cheese Cake, Matcha buble tea, matcha ice cream, matcha palatschinken (dadar gulungnya orang austria dan jerman), klepon matcha, aaah semua pakai matcha.

Terkadang saya sempatkan ke toko teh di austria yang menjual Bio Matcha agar saya selalu punya stock matcha banyak. Bahkan akhir akhir ini saya sering pesan ke teman saya di jepang, untuk pesan sesuatu yang berbau matcha dan sakura, seperti kit kat matcha sakura, pocky sakura dan lainnya. Tak ketinggalan, saya pesan matcha powder. Salah satu loyal customer saya di indonesia (yang habis bepergian ke jepang) juga mengirimi saya  kit kat sakura matcha dan matcha latte. Suami saya, kebetulan juga penggila matcha. Jadi eksperiment matcha apapun yang saya buat, selalu dia makan sampai habis.

Oh iya, 2 minggu lalu saya dapat kiriman banyak dari mba yanti, teman saya yang di jepang (alot of kit kat and pocky matcha), dia juga mengirimi saya Kinako (bubuk kedelai yang disaring halus) dan semacam Warabi Mochi (saya pikir awal, puding). Mba yanti cerita, bahwa dia dan anaknya yang pinter masak, suka sekali makan kinako dan mochi ini. Bahkan anaknya sering membuat sendiri mochinya dari tepung sagu. Karena mba yanti ngasi resepnya hanya bahan  saja, maka awal saya buat pun kira kira. Saya hanya memasak air, ditambah susu bubuk, gula, matcha dan saya tambahin sakura essence kesukaan saya, tanpa kira kira (pake feeling), akhirnya jadi. Di atas Pic yang ke 2 atas adalah Mochi buatan Pabrik (kiriman mba yanti), sedangkan pic yang ke 2 bawah adalah hasil percobaan ngawur saya (alhasil, ketika ada teman yang tanya resep, sayapun hanya jawab bahan).

Nah, barusan saya bikin resep sendiri yang ga kira kira, biar teman teman semua bisa ikut mencoba. kalo ini saya posting resep mochi nya saja. Untuk Kinako saya  masih pakai yang jadi, next time saya coba bikin sendiri.

Bahan :

60gr tepung sagu (saya pakai sagu tani)
1 sdt matcha powder
1/4 sdt garam
5 tetes essence Sakura
450 ml susu atau air yang dicampur 3 sdm susu bubuk atau pakai susu kedelai.
3 1/2 sdm gula pasir atau 1 sdm Stevia

Cara membuat :

Semua bahan dimasukan dalam panci, aduk rata. nalakan api, masak dengan api kecil sambil diaduk aduk terus (jangan ditinggal, nanti gosong dan bergerindil) sampai matang. Tuang dalam cetakan, biarkan sampai dingin. Baru masukan dalam kulkas. Keluarkan jika sudah dalam keadaan dingin betul. Hidangkan dengan taburan Kinako.








Milky Pandan Chiffon Cake

Mau posting hasil olahan ini udah lama, cuma karena kondisi badan yang bikin lemes berhari hari (abis operasi), akhirnya baru kesampaian sekarang. Yang ini bikinnya simple banget menurutku.



MILKY CHIFFON CAKE


Bahan :

5 telur (dipisah kuning dan putihnya)
80gr gula castor (dibagi 2 bag --30gr+50gr) 
50gr minyak jagung 
50gr Susu Cair 
20 ml air pandan 
1/2 sdt pasta pandan (biar warnanya lebih bagus) 
10gr maizena, 100gr self  raising flour 
1 sdm susu bubuk full cream (optional)
1/4 sdt cream of tar tar atau bisa diganti 1 sdt perasan jeruk lemon.



Cara membuat :

1. Panaskan oven 160 derajat
2. Aduk kuning telur dengan 30gr gula castor hingga kental.
3. Tambahkan minyak jagung, susu, air pandan, pasta pandan, susu dan terigu, aduk dengan spatula hingga tercampur rata.
4. Kocok putih telur, cream of tar tar, 50gr gula castor hingga soft peak (jika diangkat dengan ujung mixer, putih telur tidak jatuh walopun lemas melengkung ke bawah). Tambahkan maizena, aduk rata (cukup dengan spatula)
5. Tambahkan putih telur yang sudah dikocok ke adonan hijau secara bertahap (3x)
6.Tuang ke dalam loyang (tanpa dioles apapun, bagian bawah diberi alas kertas roti).  Panggang selama 45 menit.


Selamat mencoba!





Monday, June 8, 2015

Simple White Asparagus Lasagna

Ini sudah yang kesekian kalinya ketika saya sudah niat masak, jalan separuh..eee ada yang kurang. Seperti hari ini, pagi pagi buka kulkas, ada daging sapi giling segar 500gr. Langsung keinget lasagna kesukaan suami. Seperti biasanya, setiap pagi hari saya sibuk berpikir, kira kira ntar agan (juragan : sebutan saya untuk suami) makan siang apa ya? Ato sehari sebelumnya (malam hari) biasanya saya tanya ke agan, besok mau makan apa gan?
Ok  balik ke masalah lasagna, udah iris bawang putih, bawang bombay, dilanjut numis daging. Buka lemari, yaah baru keinget jamur kaleng habis (sisa satu, malah saya buat Mie Kalkun Wonogiri == ayam nya diganti daging kalkun). Ya sudah lah, ngga usah pakai jamur. Bongkar sana bongkar sini, ya ampuun, tomat kaleng juga habis. Waduh, apes. Buka kulkas, alhamdulillah masih ada tomat segar. Ok lah kalo begitu, pakai tomat segar saja. Eh, mata tiba tiba melirik ke asparagus putih di kukas bagian bawah. Campurin ke lasagna ah.

Di austria lagi musim asparagus, ada yang hijau, ada pula yang putih. Saya kebetulan pakai Asparagus dari daerah Marchfeld (yang sangat dikenal dengan Asparagus nya, bahkan ada salah satu orang austria yang sudah lama menetap di USA, buka restorant yang memakai Asparagus dari Marchfeld. Jadi Asparagus khusus diterbangkan dari Marchfeld ke USA. Jangan tanya soal harga hidangan di restorant ini ya? )



Simple White Asparagus Lasagna
by Bintang Alzeyra

Bahan :

500gr Daging Sapi Giling ( usahakan yang segar)
500gr Asparagus  (kebetulan saya pakai yang putih, kalo adanya cuman yang hijau ngga masalah. Hilangkan kulit luarnya. Masak dengan air mendidih yang ditambah sedikit garam dan butter, kira kira 5 meni, angkat, sisihkan)
2 siung bawang putih sedang (cincang halus)
1 buah bawang bombay besar (cincang kasar)
3 buah tomat besar (blender sampai hancur)
1 sdt Oregano
2 sdt Daun basil (bisa kering atau basah)
1 sdt gula pasir
2 sdt garam
1/4 sdt Pala
1 sdt merica putih bubuk
4 lembar Bay Leaf
300 ml Saus Bechamel (karena masih punya stock bechamel, jadi ya ngga usah repot bikin sendiri)
250 gr keju parut ( jenis keju terserah aja, kali ini saya pakai cheddar)
9 lembar kulit lasagna yang siap pakai.
Loyang kaca 28x16x5cm


Cara membuat :

Panaskan oven 160 derajat.

Tumis bawang bombay, bawang putih sampai harus. Masukkan daging giling, aduk aduk, tunggu sampai berubah warna. Tuang tomat yang sudah diblender halus, tambahahkan oregano, daun basil,  merica,  pala, garam, gula, bay leaf,  aduk aduk sampai matang. Sisihkan.

Siapkan loyang, oles dengan minyak zaitun (pakai margarine juga bisa). Atur 3 lembar kulit lasagna. Oles dengan saus bechamel. Masukan daging (separo dari daging yang telah diolah), ratakan. tabur dengan keju parut. Tutup atasnya dengan kulit lasagna lagi. Susun Asparagus putih, tuang kembali saus bechamel, ratakan. Tabur lagi keju. Tutup kembali dengan kulit lasagna, daging, saus bechamel dan keju parut.

Masukan ke dalam oven, panggang kurang lebih 50 menit.







Thursday, June 4, 2015

RengPek







Kemaren siang, kebetulan suami saya tidak lunch di rumah (kebetulan kantor suami, tidak jauh dari rumah) karena ada banyak kerjaan. Tapi dia sudah siap stock Pop Mie di kantor (salah satu jenis produk mie instan made in indonesia, kesukaan suami saya), dan bakso (saya buatkan 1/2 kg bakso sapi untuk dibawa ke kantor dan dimasukkan freezer tentunya. Jadi sewaktu waktu dia nyeduh pop mie, bisa ditambahin bakso).
Kalo suami pas absen lunch di rumah, saya biasanya makan bebas (kadang skip makan siang karena malas). Kebetulan pas di dapur, saya melihat masih ada sisa kuah pempek sisa kemaren. Tapi karena pingin makan beda, saya pun buka kulkas. Hmm ikan salmon asap pun jadi sasaran saya (kebiasaan makan cireng dengan smoked salmon atau smoked beef). Saya jadi berpikir, kayaknya enak nih bikin cireng diguyur kuah pempek. Hasilnya tidak mengecewakan, aci saya goreng kecil kecil, disantap dengan kuah pempek dan mentimun. Enakkk..kenyil kenyil bahasa jawa nya.

Ini resep sederhana RengPek versi bintang alzeyra


Bahan bahan :

A.  40gr tapioka
      1 1/2 sdm terigu
      1 sdt garam
      1 sdt gula pasir
      1/2 sdt merica bubuk putih
      100 ml air panas
      1 putih telur
      1 sdt bawang putih bubuk
      100gr salmon asap/smoked beef/smoked turkey, cincang halus.
      1 tangkai daun bawang, iris tipis.



B.  150-200gr tapioka (dikira kira, dicampu pelan pelan).

C.  Kuah pempek


Semua bahan A dicampur kecuali putih telur (aduk pake sendok kayu, jangan pakai tangan langsung, panas!). Sisihkan, biarkan hangat. Dalam keadaan hangat, campurkan putih telur. aduk hingga rata. Tambahkan  bahan B secara bertahap, aduk dengan tangan langsung, hingga adonan kalis, bisa dibentuk. Bentuk bulat, lalu gepengkan. Panaskan minyak, goreng adonan sampai matang (untuk menghindari cireng yang bisa meledak, disarankan menggoreng dengan minyak sedang, jangan terlalu panas).

Angkat. Sajikan dengan kuah pempek dan mentimun (jika suka).



      





Back to blog

Bismillah..Kembali ke Blog


Alhamdulillah, mood untuk nulis blog kembali datang. Setelah lama terlelap dengan multiply ( masih eksis nggak sih?), facebook, instagram dan sebagainya. Ada rasa kangen bisa menulis kembali, walau kali ini tidak berbentuk novel, cerpen atau sejenisnya (seperti di blog menulis saya yang lain : bintangalzeyra.blogspot).
Ada rasa kerinduan untuk share pengalaman sehari hari, memasak, belanja dan pengalaman lainnya yang mungkin saja bisa bermanfaat bagi teman teman semua.

Selama ini saya lebih aktif di facebook dan instagram  untuk memposting kegiatan saya, mulai dari memasak, jualan makanan (by request aja),  belanja hingga pekerjaan saya sebagai personal shopper.

Akhir akhir ini saya mulai sibuk dengan request teman teman di eropa yang kangen dengan bakpia. Saya sendiri tidak tahu kenapa susah sekali menemukan bakpia di eropa. Padahal bikin bakpia tidak susah susah amat. hanya untuk bakpia membutuhkan kesabaran yang extra (memasak kumbu butuh waktu lama).
Kebetulan sekali suami tercinta saya (warga negara austria), suka sekali makan bakpia. Sebenarnya bukan cuma bakpia sih, tapi hampir semua makanan dari indonesia. Tapi bukan berarti saya tidak suka memasak untuknya makanan eropa. Sesekali saya memasak untuknya masakan eropa, versi yang asli maupun modifikasi dari saya (ala eropa dicampur ala indonesia atau negara lainnya). Yah, kegemaran saya mengotak atik masakan/resep masakan.

Kembali soal bakpia. Alhamdulillah, teman teman di austria, belanda, belgia, jerman, norwegia maupun negara negara di eropa lain, yang sudah pernah memesan bakpia buatan saya sangat suka (ada yang sampai ketagihan, berulang kali memesan). Selain membuat bakpia versi original/kacang hijau, kumbu hitam, coklat,keju, sayapun membuat variasi baru seperti bakpia almond matcha, bakpia caramel poppy cinnamon yang mendapat respon baik dari teman teman indonesia yang di eropa ataupun penduduk eropa asli (saya agak rikuh menyebut bule, gara gara saya ngobrol dengan salah satu temen saya 'bule' austria, saya dibilang rasis gara gara bilang 'bule'). Padahal menurut saya rasis itu yang berbau negatif (entah bener atau nggaknya, ini hanya pembenaran dari saya sendiri). Untuk pembuatan bakpia, saya mengerjakannya seorang diri (bisa dibayangin capeknya kalo pas lagi banyak pesenan, saya mengerjakan 350 pcs bakpia dalam sehari). Capek memang, karena saya seharian berdiri di dapur ( di jogja, bikin bakpia sambil duduk dan dikerjakan berame rame, karena tenaga kerja murah. Sedangkan di sini? wuiih jangan tanya deh, mahalnya bayar pegawai). Untung suami saya berbaik hati membuatkan box bakpia ( di sini tidak segampang di indonesia, yang bisa langsung pesen atau beli box di mana aja). Jadi suami saya, sepulang kerja sibuk membuat box untuk bakpia. Lalu packing dan mengirimkan ke temen temen yang pesen, atau menemani saya mengantar pesenan bakpia di wilayah Wien ( Wina) dan sekitarnya. Terkadang sampai ke negara tetangga seperti Bratislava.

So surprised, ketika ada salah satu wartawan media online yang ingin interview soal kegiatan saya. Sebetulnya kegiatan memasak/menjual makanan hanya kegiatan sambilan saya. Beritanya ada di sini : http://www.merdeka.com/uang/berawal-acara-amal-tari-sukses-jadi-pengusaha-bakpia-di-austria.html dan http://www.merdeka.com/uang/hobi-masak-sempat-jual-tempe-bakpia-buatan-tari-laris-di-austria.html.
Oh iya, si mbak wartawan juga sempat interview soal pekerjaan sambilan saya yang lain. Personal shopper, beritanya ada di sini : http://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-wni-di-austria-jadi-personal-shopper-untuk-para-konglomerat.html
dan http://www.merdeka.com/peristiwa/artis-pejabat-tak-segan-buang-uang-banyak-demi-barang-bermerek.html

Sebenarnya saya mau posting  hasil olahan dapur kemaren beserta resepnya, tapi karena pingin share hal yang lain, ya sudah. Resep olahan sehabis ini ya.

Terimakasih buat temen temen yang sudah sabar membaca tulisan saya.
PS : ini salah satu bakpia olahan saya, Bakpia Almond Matcha.




Tuesday, June 1, 2010

Kartun apa atom?


Habis pulang dari Kedutaan, karena seharian tugas di KPPS Wina, begitu sampe di rumah Elsa, aku langsung teler. Capek, ngantuk.
Malam itu aku nginep di rumah Elsa. Esok paginya, aku sempet masak tumis tempe, asal aja, yang penting bisa dimakan. Pas lagi asyik makan, kok mataku tertuju ama sekotak benda di atas meja makan. Unik sih gambarnya. Warna-warni dan bergambar kartun bali lengkap dengan tulisan "The funnies peanut" di kotak kardus itu menggoda mataku. Unik banget. Tertulis kacang Kartun. Aku kok belom pernah nemuin ada kacang kaya gini. Trus, aku nanya ke Elsa.
"Sa, ini kacang apa sih?" aku penasaran sambil aku terus mengamati kotak itu.
Elsa sambil asyik main lapto,"Ooo..sebenarnya sih itu kacang bali..." Mulailah dia bercerita..
Elsa punya teman orang bali yang tinggal di Slovenia. Namanya bu ayu ( kalo aku ga salah dengar sih )
Bu Ayu nanya ke Elsa, kalo ke wina mau dibawain apa dari Bali. Sepertinya bu ayu abis pulang dari bali. Karena Elsa suka kacang atom, maka Elsa nitip kacang atom.
Nah, si bu Ayu, telpon asistennya, supaya dia dibeliin kacang atom.
Sepertinya asisten bu Ayu salah dengar. Dia dengarnya kacang kartun.
Makanya, dia langsung bergegas ke toko dan beli kacang kartun. Wah, untung aja ada yang jual kacang kartun. Coba kalo ga ada, si asisten bu ayu, bisa kebingungan cari kacang jenis yang unik ini.
Aku ngakak waktu denger cerita Elsa. Bisa aja,masak atom jadi kartun.


Monday, May 31, 2010

ah mesin cuciku

Ini cerita sebenarnya udah 2 (2008) tahun lalu. Kira-kira bulan maret.

Hari itu aku musti berangkat pagi. Ada ujian. Karena aku bangun dengan agak telat, terpaksa aku buru-buru. Duh, mana bajuku blom dicuci lagi di kamar mandi. Kemaren sore ceritanya mo nyuci baju, tapi karena keasyikan belajar ampe lupa. Sebenarnya sih, ngga para-parah amat. Cuman, aku ngga suka aja bajuku menumpuk di box di kamar mandi. Ya udah, sekalian mandi, aku masukin baju yang jumlah ngga terlalu banyak ke mesin cuci. Tadi, aku sempat melihat ke keranjang cucian Caro (temen se flatku), kosong. Ya sudahlah, aku nyuci aja sendiri. Biasanya emang kita suka join an kalo nyuci. Biar irit.
Semua baju yang ada di keranjang bajuku, aku masukin ke mesin cuci. Setelah kasi detergent, pewangi. Klik. Mesinpun aku nyalakan. Aku mandi dengan tenang. Kali ini ngga pake lama mandinya. Ngga ada waktu lagi.
Selesai mandi, aku langsung ganti baju. Kayanya sih ngga sempet sarapan, pikirku. Dah deh, ntar beli kopi di mesin kopi yang ada di kampus aja.
Aku sempat denger Caro lagi di ruang tamu. Dia lagi chat sama pacarnya. Tadi cuma say "Hello" bentar. Aku juga bilang aku mau ujian.
Lagi asyik benerin tali converse ku, aku agak bingung. Suara apa ya ini?? pikirku. Kok rasanya ada yang berguncang-guncang. Waduh, panik aku. Jangan-jangan gempa. Langsung dech aku keringetan...ya Allah jangan gempa, ijinkan aku ujian dulu.
Masih dalam kebingungan, aku berusaha mencari-cari asal suara dan gerakan yang aneh itu. hah? dari arah kamar mandi yang pintunya tertutup. Suara yang seperti mendesak ingin mendobrak pintu kamar mandi. Hmm..apa ya?
Kuhampiri pintu kamar mandi, dengan was-was, aku buka pelan-pelan.
Ya Allah, ya Tuhan, gustiku..apa-apaan ini.
Mesin cuci yang tidak terlalu besar sudah berjalan mendekati pintu, dia mau keluar. Buset..aku gemeteran. Kok bisa sih jalan sendiri?
Aaaahhh..aku teriak. Si caro rupanya denger. Dia pun terkaget-kaget melihat benda ini berjalan ke pintu. Kok bisa sih? diapun sejenak mengamati. Dia jongkok, akupun ikut jongkok. Lalu diapun tertawa ngakak. dan aku? masih aja bingung,kenapa?
Dia bilang, mesin cuci ini kecil dan udah mayan tua. Baju yang aku masukan jumlahnya terlalu sedikit. Jadi kuranglah beban mesin cuci. Harusnya aku nyuci kalo cucianku dah banyak sekalian. Ya Allah, segitunya.
Kita berduapun dengan tenang mendorong mesin cuci yang telah berjalan keluar beberapa meter. Mesin itu masih terguncang-guncang. Dia bilang,"Tenang, Rere. Sana kamu berangkat ujian, biar aku tangani."Katanya sambil berteriak untuk mengalahkan suara mesin cuci yang keras. Aku penasaran, dia mau ngapain.
Duh gusti, tuh anak duduk di atas mesin cuci, agar mesin cucinya ngga lari kemana-mana. Aku malah justru cekikikan melihat dia terguncang-guncang di atas mesin cuci. Kasihan nasibmu Caro..